Tampilkan postingan dengan label mesin anestesi nitro oksida sedatif halotan isoflurane ether sevoflurane perawat anestesi dokter anestesi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesin anestesi nitro oksida sedatif halotan isoflurane ether sevoflurane perawat anestesi dokter anestesi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2016

Jenis dan Macam Vaporizer

Vaporizer
Vaporizer adalah salah satu komponen dari mesin anestesi yang berfungsi untuk menguapkan zat anestesi cair yang mudah menguap. Alat ini dilengkapi dengan angka penunjuk (dial) yang berfungsi untuk mengatur besar kecil konsentrasi zat anestesi yang keluar. Anestetik volatil (spt halothan, isoflurane, desflurane atau sevoflurane) harus diuapkan sebelum diberikan ke pasien.  Vaporizer mempunyai knob yang dikalibrasikan untuk konsentrasi yang secara tepat menambahkan anestetik volatil ke campuran aliran gas dari seluruh flowmeter.  Terletak antara flowmeter dan common gas outlet.  Lebih lanjut, kecuali mesin hanya bisa menampung satu vaporizer, semua mesin anestesi harus mempunyai alat interlocking atau ekslusi untuk mencegah penggunaan lebih dari satu vaporizer secara bersamaan.

Cara Kerja Penguapan ( Pengkabutan ) Vaporizer
Pada temperatur tertentu, melekul dari zat volatil dalam tempat tertutup akan berdistribusi dalam fase cair dan gas.  Molekul gas menghantam dinding kontainer, menciptakan tekanan uap dari zat itu.  Makin tinggi temperaturnya, makin tinggi kecendrungan molekul berubah dari cair ke gas, dan makin tinggi tekanan uapnya.  Penguapan memerlukan energi, yang didapat dari kehilangan panas dari fase cair.  Ketika penguapan berlangsung, temperatur zat cair turun dan tekanan uap menurun hingga terdapat kalor yang dapat masuk ke sistem.  Vaporizer memiliki ruangan dimana gas pembawa akan larut bersama zat volatil.

Macam-macam vaporizer
Fluotec vaporizer
Ini termasuk vaporizer yang akurat, tetapi keakuratannya dipengaruhi oleh suhu, lamanya penggunaan, jumlah obat halothane yang berefek didalamnya, dan aliran gas yang diberikan. Semakin besar faktor-faktor yang mempengaruhi semakin besar konsentrasi uap yang dikeluarkan. Selain dari pada itu ada sedikit perbedaan pada pengeluaran uap halothane jika gas yang dipakai pendorong uap itu berbeda, yaitu jika yang dipakai oksigen saja, pada angka konsentrasi 0,5 – 1,0 %, konsentrasi uap halothane yang keluar lebih tinggi sedikit dari angka itu dari pada kalau gas yang dipakai itu nitrouse oxide 70 %, sedangkan pada angka 2, 3, dan 4 % pengeluaran uap halothane lebih tinggi gas nitrous oxide 70 % dari pada oksigen. Ini adalah pengaruh dari kekentalan gas.

Goldman vaporizer
Ini adalah vaporizer sederhana yang tidak menggunakan kendali suhu, biasanya dipakai secara selang seling dengan nitrous oxide-oksigen pada mesin Boyle atau mesin Walton dan Mc Kesson. Selanjutnya vaporizer ini berkembang menjadi vaporizer Mark II.

Vaporizer Copper Kettle
Ini sebuah vaporizer yang sangat efesien yang dibuat pada tahun 1952. Pada vaporizer ini digunakan alat pengukur atas berbagai aliran gas oksigen yang diberikan yang melewati cairan halotan dan hasil campuran uap anestesi yang dikeluarkan dapat diketahui sesuai dengan hasil pengukuran oleh vaporizer. Copper Kettle dapat digunakan untuk menguapkan eter, halothane, trilene atau metoksifl
Vaporizer ketel tembaga tidak lagi digunakan secara klinis, bagaimanapun juga, mengerti cara kerjanya akan memberikan pemahaman terhadap pemberian zat volatil.  Diklasifikasikan sebagai measured-flow vaporizer (atau flowmeter-controlled vaporizer).  Didalam ketel tembaga, sejumlah gas pembawa akan melewati zat anestetik yang dikontrol oleh flowmeter,  Katup ini akan ditutup ketika sirkuit vaporizer tidak dipakai.  Tembaga digunakan sebagai bahan konstruksi karena sifat spesifik panasnya. (Jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan 1 gr substansi sebesar 1oC) dan konduktifitas termal yang baik (kecepatan konduktifitas panas melewati zat) membantu kemampuan vaporizer untuk tetap pada temperatur yang konstan.   Seluruh gas yang memasuki vaporizer melawti cairan anestesi dan akan bercampur dengan uap.  1 ml  cairan anestetik sama dengan 200 ml uap anestesi.  Karena tekanan uap dari zat anestesi lebih besar dari yang tekanan parsial yang dibutuhkan untuk anestesia, gas yang sudah bercampur akan meninggalkan ketel harus diencerkan terlebih dahulu sebelum mencapai pasien.
Sebagai contoh , tekanan uap halotan adalah 243 mmHg pada 20oC, jadi konsentrasi halotan ketika keluar dari ketel tembaga  pada 1 atmosfer adalah  243/760, atau 32%.  Jika 100ml oksigen memasuki ketel, sekitar 150 ml gas akan keluar, yang sepertiganya adalah uap halotan.  Sebagai kontras, tekanan parsial yang hanya 7mmHg atau kurang dari 1% konsentrasi (7/760) pada 1 atmosfer yang dibutuhkan untuk anestesi.  Untuk memberikan 1% konsentrasi halotan, 50 ml uapo halotan dan 100ml gas pembawa yang meninggalkan ketel tembaga harus di encerkan dengan 4850 gas yang lain (5000-150 =4850).  Setiap 100 ml oksigen yang melewati vaporizer halothan  akan memberikan konsentrasi halotan 1 % jika total aliran gas pada sirkuit pernafasan sebesar 5L/mnt.  Jadi, jika total aliran sudah ditetapkan, aliran melewati vaporizer akan menentukan konsentrasi akhir dari zat anestesi.  Isofluran mempunyai tekanan uap yang hampir sama.  Jadi terdapat hubungan yang sama antara aliran ketel tembaga, aliran gas total, dan konsentrasi zat anestetik.  Bagaimanapun juga, jika aliran gas total turun tanpa disengaja (cth. Kehabisan suplai nitrous oksida), konsentrasi volatil anestetik akan naik dengan cepat ke tingkat yang berbahaya.

HALOX VAPORIZER
Vaporizer ini bekerja seperti vaporizer Copper Ketlle terbuat dari kaca. Disini digunakan alat pengukur suhu sehingga dapat diketahui suhu dari halothane. Disini dibuat gambaran untuk membaca berapa uap halothane yang keluar sesuai dengan suhu dan aliran gas yang diberikan, baik oksigen maupun nitrous oxide.

DRAGER VAPORIZER
Ini adalah vaporizer dengan kompensasi suhu yang dapat mengeluarkan konsentrasi yang tetap dan akurat pada aliran gas antara 0,3 – 12 lt/menit. Alat ini tidak terpengaruh oleh tekanan yang ditimbulkan oleh ventilator, alat ini sangat akurat.

OXFORD MINIATUR VAPORIZER
Vaporizer ini dapat digunakan secara tersendiri  atau digabungkan dengan mesin EMO inhaler dengan konsentrasi 0-3,5 %

PENLON DRAWOVER VAPORIZER MARK II
Ini adalah vaporizer kompensasi suhu yang efesien pada aliran gas antara 4-14 lt/menit, dan dapat memberikan konsentrasi 6 %.

BLEASE UNIVERSAL VAPORIZER
Ini merupakan perkembangan dari Garned Vaporizer yang dapat dipakai untuk semua anestesi yang mudah menguap.

EMO Draw Over Apparatus
EMO ( Epstein Mac-Intosh Oxford) inhaler khusus untuk obat inhalasi eter.

Anda dapat Melihat dan Mempelajari Bagaimana Cara Kerja Vaporizer Klik Video dibawah ini :

Selasa, 02 Agustus 2016

Istilah Anestesi ( Anesthesia ) dan Ventilator dalam Kemus Kedokteran Kesehatan

Mesin Anestesi
Mesin anestesi adalah alat yang digunakan oleh penyedia anestesi untuk memberikan anestesi yang paling aman selama operasi. Mesin ini memiliki peran kontrol yang penting dalam aliran oksigen, udara, nitro oksida, dan anestetik.

Nitro Oksida
Nitro-oksida (nitrous oxide) (N2O) adalah anestesi inhalasi yang digunakan dalam pemeliharaan anestesi. Obat lemah ini tidak dapat digunakan sendiri tetapi memungkinkan pengurangan obat anestesi lainnya yang lebih beracun.

Sedatif
Sedatif adalah obat-obatan yang menciptakan ketenangan dan pengurangan rasa sakit dan / atau kecemasan; digunakan bersama dengan anestesi lokal untuk prosedur minor, seperti endoskopi atau perawatan gigi, atau sebelum anestesi umum.

Ketamin
Ketamin adalah bius disasosiatif yang diberikan secara intravena dan digunakan dalam induksi dan pemeliharaan anestesi umum.

Natrium Pentotal
Natrium pentotal atau sodium tiopental adalah anestesi umum yang bertindak singkat dam cepat yang diberikan secara intravena; paling umum digunakan dalam fase induksi anestesi.

Ether
Ether adalah nama umum untuk kelas anestesi inhalasi yang digunakan dalam induksi dan pemeliharaan anestesi.

Halotan
Halotan adalah anestesi inhalasi yang digunakan dalam induksi dan pemeliharaan anestesi yang umumnya ditoleransi dengan baik.

Isoflurane
Isoflurane suatu obat anestesi volatile yang induksinya cepat dan pemulihannya cepat, tidak iritasi dan tidak menimbulkan sekresi. Seperti halnya halotan dan enfluran, Isoflurane berefek bronkhodilator, tidak menimbulkan mual-muntah, dan bersifat kompatibel dengan epineprin. Efek penurunan tekanan darah sama besarnya dengan halotan, hanya berbeda dalam mekanisme kerjanya. Halotan menurunkan tekanan darah, terutama dengan mendepresi miokardium dan sedikit vasodilatasi. Ethrane menurunkan tekanan darah dengan mendepresi miokardium dan vasodilatasi perifer. Isoflurane menurunkan tekanan darah terutama dengan vasodilatasi perifer dan hampir tidak mendepresi miokardium.

Sevoflurane
Adalah obat anestesi inhalasi berbentuk cairan yang mudah menguap,berbau harum, dan tidak mudah terbakar. Sevoflurane adalah suatu obat anestesi umum inhalasi derivat eter dengan kelarutan dalam darah yang lebih rendah dari halotan, enfluran dan isofluran.Rendahnya kelarutan serta tidak adanya bau yang menyengat menyebabkan induksi inhalasi berjalan dengan cepat dan mulus, juga kelarutan dalam darah yang rendah menyebabkan pemulihan berjalan dengan cepat.

Pernapasan tidal adalah metode menghirup dan penghembusan yang digunakan mamalia yang bernapas. Secara khusus, mengacu pada jumlah udara yang digunakan saat istirahat dan ketika fungsi pernapasan otomatis.
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi.  Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

2. Fase ekspirasi.  Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon 
dioksida keluar.

Volume Cycled Ventilator.Prinsip dasar ventilator ini adalah cyclusnya berdasarkan volume. Mesin berhenti bekerja dan terjadi ekspirasi bila telah mencapai volume yang ditentukan. Keuntungan volume cycled ventilator adalah perubahan pada komplain paru pasien tetap memberikan volume tidal yang konsisten.

Pressure Cycled Ventilator.Prinsip dasar ventilator type ini adalah cyclusnya menggunakan tekanan. Mesin berhenti bekerja dan terjadi ekspirasi bila telah mencapai tekanan yang telah ditentukan. Pada titik tekanan ini, katup inspirasi tertutup dan ekspirasi terjadi dengan pasif. Kerugian pada type ini bila ada perubahan komplain paru, maka volume udara yang diberikan juga berubah. Sehingga pada pasien yang status parunya tidak stabil, penggunaan ventilator tipe ini tidak dianjurkan.

Cycled Ventilator.Prinsip kerja dari ventilator type ini adalah cyclusnya berdasarkan waktu ekspirasi atau waktu inspirasi yang telah ditentukan. Waktu inspirasi ditentukan oleh waktu dan kecepatan inspirasi (jumlah napas per
menit).Normal ratio Inspirasi : Ekspirasi adalah 1 : 2

FiO2 dan PaO2. FiO2 adalah fraksi atau konsentrasi oksigen dalam udara yang diberikan kepada pasien. Sedangkan PaO2 adalah tekanan parsial oksigen yaitu perbedaan konsentrasi antara oksigen di alveolus dan membran.

I:E Ratio Perbandingan antara waktu inspirasi dan ekspirasi. Nilai normal 1:2

Volume Tidal. Jumlah udara yang keluar masuk paru dalam satu kali nafas, atau sama dengan jumlah udara yang diberikan ventilator dalam satu kali nafas. Nilai normal 10 –15 ml per kgBB untuk dewasa dan 6-8 ml per kgBB untuk anak.

Minute Volume. Jumlah udara yang keluar masuk dalam satu menit, atau jumlah udara yang diberikan ventilator dalam satu menit. Nilainya = volume tidal x RR

PEEP dan CPAP. Positive end expiratory pressure (PEEP) atau tekanan positif akhir ekspirasi digunakan untuk mepertahankan tekanan paru positif pada akhir ekspirasi untuk mencegah terjadiya kolaps paru dan meningkatkan pertukaran gas dalam alveoli. Nilai antara 5-15 mmHg, maksimal 12 mmHg untuk anak.
Continuous positive airway pressure (CPAP) identik dengan PEEP, yaitu pemberian tekanan positif pada saluran nafas selama siklus pernafasan.

Pressure atau Volume Limit. Batas atas tekanan atau volume yang diberikan pada pasien. Volume limit yang terlalu tinggi dapat berakibat trauma paru.

Anestesi Kaudal
Anestesi kaudal adalah jenis anestesi yang dihasilkan oleh suntikan bius lokal ke dalam kanal ekor, sebagian dari kanal tulang belakang. Anestesi kaudal digunakan untuk memberikan anestesi dan analgesia (penghilang rasa sakit) di bawah pusar. Anestesi ini mungkin tunggal atau dikombinasikan dengan anestesi umum. Prosedur ini juga disebut anestesi kaudal-epidural atau blok kaudal.

Anestesi Umum
Anestesi umum atau pembiusan umum adalah kondisi atau prosedur ketika pasien menerima obat untuk amnesia, analgesia, melumpuhkan otot, dan sedasi. Anestesi umum memungkinkan pasien untuk menoleransi prosedur bedah yang dalam kondisi normal akan menimbulkan sakit yang tak tertahankan, berisiko eksaserbasi fisiologis yang ekstrim, dan menghasilkan kenangan yang tidak menyenangkan. Anestesi umum dapat menggunakan agen intravena (injeksi) atau inhalasi, meskipun injeksi lebih cepat yaitu memberikan hasil yang diinginkan dalam waktu 10 hingga 20 detik.

Kombinasi dari agen anestesi yang digunakan untuk anestesi umum membuat pasien tidak merespon rangsangan yang menyakitkan, tidak dapat mengingat apa yang terjadi (amnesia), tidak dapat mempertahankan proteksi jalan napas yang memadai dan/atau pernapasan spontan sebagai akibat dari kelumpuhan otot dan perubahan kardiovaskuler.

Tim Perawatan Anestesi
Tim perawatan anestesi (anesthesia care team) adalah tim yang terdiri dari ahli anestesi, asisten ahli anestesi dan perawat anestesi yang bekerja sama untuk mengelola anestesi dan memantau kondisi pasien selama operasi dan prosedur medis lainnya, atau kelahiran bayi.

Perawatan Anestesi Terpantau
Perawatan anestesi terpantau (monitored anesthesia care/MAC) adalah perawatan anestesi tertentu di mana ahli anestesi berpartisipasi dalam perawatan seorang pasien yang menjalani prosedur diagnostik atau terapeutik.

Perawatan anestesi terpantau mencakup semua aspek perawatan anestesi seperti kunjungan pra-prosedur, perawatan intra-prosedur dan manajemen pasca-prosedur anestesi.

Selama perawatan anestesi dimonitor, dokter ahli anestesi atau anggota tim perawatan anestesi menyediakan sejumlah layanan tertentu, termasuk namun tidak terbatas pada:

Pemantauan tanda vital, pemeliharaan jalan napas pasien dan evaluasi fungsi vital terus-menerus
Diagnosis dan pengobatan masalah klinis yang terjadi selama prosedur
Administrasi obat penenang, analgesik, hipnotik, agen anestesi atau obat lain yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pasien
Penyediaan pelayanan medis lain yang diperlukan untuk mencapai penyelesaian prosedur yang aman.

Kesadaran Anestesi
Kesadaran anestesi atau “kesadaran intra-operasi” adalah kesadaran yang terjadi selama anestesi umum, ketika seorang pasien lumpuh oleh relaksan otot tapi tidak cukup anestesi umum atau analgesik untuk membuat ketidaksadaran atau, yang lebih penting, menghilangkan sensasi rasa sakit dan ingatan peristiwa.

Perawat Anestesi
Perawat anestesi adalah profesional kesehatan, seperti ahli anestesi, yang mengelola dan monitor anestesi dan mengelola pasien sebelum, selama dan segera setelah prosedur medis atau pembedahan. Perawat anestesi bekerja sama dengan ahli anestesi, ahli bedah dan praktisi kesehatan lainnya yang telah menerima pelatihan dan sertifikasi untuk keahliannya.

Anestesiologi
Anestesiologi mengacu pada cabang ilmu kedokteran yang mempelajari cara untuk menekan persepsi nyeri dan sensasi di otak. Ahli anestesi mengadministrasikan anestesi untuk pasien yang menjalani operasi dan prosedur medis lainnya yang menyebabkan nyeri.

Ahli Anestesi
Ahli anestesi adalah seorang dokter spesialis yang mengkhususkan diri dalam praktek anestesiologi, cabang kedokteran yang melibatkan penggunaan obat atau agen lain yang menyebabkan ketidakpekaan terhadap rasa sakit.